Prihatin karena Buah Pedada di Desa Betara Kanan Tidak Dimanfaatkan Secara Optimal, Mahasiswa IPB Buat Inovasi UltraPed

Tim UtraPed
Mahasiswa IPB University inisiasi program UltraPed untuk mengatasi keprihatinan terhadap buah pedada yang tidak dimanfaatkan secara optimal. (Terkini.id)

Terkini.id, Tanjung Jabung Barat – Mahasiswa IPB University merasa prihatin karena salah satu sumber daya lokal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya di Desa Betara Kanan yaitu buah pedada tidak dimanfaatkan secara optimal.

Padahal jika dioptimalkan buah pedada dapat dibuat menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis dan ini dapat menjadi peluang kerja baru khususnya bagi ibu-ibu yang mayoritas tidak bekerja serta membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga yang ada di Desa Betara Kanan.

Melihat fenomena yang terjadi itu, Yovian Reynard Stanley bersama Adilah Adawiah, Hana Ulil Azmi, dan Sintia Rani Ndaya Rigin menginsiasi UltraPed. Inovasi ini dibuat sekaligus dalam rangka kegiatan Program Kreativas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dari kontingen IPB University. PKM-PM Ultraped ini didampingi oleh dosen Hana Indriana.

TIM PKM-PM UltraPed tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatannya. (Terkini.id)

Tim yang didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi ini mengusung judul PKM-PM “UltraPed: Alternatif Baru Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Buah Pedada untuk Peningkatan Kesejahteraan di Desa Betara Kanan”.

“Iya, kita ingin agar sumber daya alam yang ada di Kabupaten Tanjab Barat, khususnya di Desa Betara Kanan bisa kita manfaatkan secara optimal bersama masyarakat sekitar terlebih ibu-ibu, agar masyarakat menjadi lebih produktif dan dapat menambah pendapatan rumah tangga di masa pandemi ini,” ujar Yovian Reynard Stanley, selaku ketua tim PKM-PKM UltraPed kepada Terkini.id, Senin, 30 Agustus 2021.

Umi Hairi, selaku perwakilan kelompok ibu-ibu sangat senang dan bersyukur, serta mengucapkan terima kasih atas kehadiran Yovian dan tim di desa mereka.

Warga di Desa Betara Kanan. (Terkini.id)

“Saya mewakili ibu-ibu lain, sangat bersyukur dengan adanya program ini dan mengucapkan terima kasih kepada Yovian dan tim, sebab kami yang sebelumnya tidak tahu cara mengolah buah pedada menjadi tahu dan bisa” ujarnya.

Tak lupa, Yovian mewakili timnya mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan bantuan dari pemerintah Desa Betara Kanan.

“Kita sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak desa ,yang sangat mendukung kegiatan yang kami lakukan,” ucap Yovian.

Ia juga berharap program yang dibuat oleh timnya bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat, serta dapat menjadi solusi nyata dari kami anak muda untuk membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selain itu, kami berharap semoga program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah agar dapat terus berlanjut dan dikembangkan kepada desa-desa lain terutama yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” kata mahasiswa Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB University ini.

Program tersebut juga mendapat respon positif dan dukungan dari Herry Putra Syam selaku camat Kuala Betara.

“Program ini sangat bagus dan bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Betara Kanan. Jujur, saya senang sebab buah pedada yang banyak tumbuh di daerah kita dan biasanya terbuang begitu saja dapat dimanfaatkan dengan maksimal melalui program UltraPed ini,” tutur Herry.

Lebih lanjut, Herry juga berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan dikenal sampai ke tingkat nasional.

“Saya berharap program ini dapat berkelanjutan dan hasil produk olahan buah pedada sukses sehingga bisa dikenalkan ke daerah-daerah lain bahkan sampai skala nasional,” pungkasnya. (*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan Bupati

AMSI Sulawesi Selatan Adakan Training Literasi Berita, Berikan Insight Baru Bagi Peserta

Bantah Kegiatan FPSH HAM Hanya Seremonial Saja, Nandi: Mainnya Kurang Jauh

Lagu Sayangi Ayah Bunda Ajarkan Anak Mencintai Orang Tua

Mahasiswa IPB Univeristy Kaji Digital Nomadic Tourism di Bali

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar