Mahasiswa IPB Teliti Strategi Adaptasi dan Resiliensi Pelaku Usaha Pasar Mbrumbung Rembang di Saat Pandemi

Pasar Mbrumbung.
Pertemuan Rutin Antar Pedagang, Pengelola, dan Aparatur Pemerintah Desa Banggi. (Terkini.id)

Terkini.id, Rembang – Pasar Mbrumbung merupakan destinasi wisata kuliner di Kabupaten Rembang, Jawa tengah yang memiliki keunikan tersendiri. Wisata ini terletak di terletak di Kelurahan Randugosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Suasana Jawa tempo dulu semakin terasa di Pasar Mbrumbung Rembang kenapa dan ada apa di sana?.

Suasana Gotong Royong Antar Pihak di Pasar Mbrumbung Rembang. (Terkini.id)

Keunikan pasar ini bisa dilihat dari ragam menu makanan tradisional yang dijajakan. Di pasar ini para pengunjung juga akan merasakan suaasana Jawa tempo dulu.  Suasana Jawa tempo dulu semakin terasa di Pasar Mbrumbung Rembang ketika alunan suara tabuhan gendhing (sebutan untuk musik Jawa) dan gamelan mengalun di sekitar area pasar. Lapak-lapak jualan di pasar ini terbuat dari bahan bambu, rumbia, jerami, dan terletak di antara rerimbunan pohon jati yang membuat semakin lekat dengan suasana tradisional.

Keunikan lain dari Pasar Mbrumbung adalah sistem pembayaran yang dilakukan antara penjual dengan pembeli menggunakan koin yang terbuat dari kayu, sehingga para pengunjung yang hendak membeli jajanan di sana wajib menukarkan uang mereka dengan koin yang sudah disediakan sesuai dengan nominal yang diinginkan.

Di masa pandemi Covid-19 ini, para pelaku usaha di Pasar Mbrumbung melakukan berbagai usaha untuk bisa bertahan. Tak hanya itu para pengelola pasar Mbrumbung juga merealisasikan ide nya untuk mengatasi kondisi saat ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pelaku usaha melakukan strategi adaptasi diantaranya melakukan pekerjaan lain seperti menjadi buruh pabrik, membantu menggarap lahan milik orang lain, berjualan di tempat lain, dan sebagainya demi menjaga pendapatan dan kebutuhan mereka sebisa mungkin agar tetap tercukupi.

Sedangkan, usaha yang dijalankan pihak pengelola yaitu membuka cabang. Jadi, saat pandemic ini, wisata Pasar Mbrumbung terpecah menjadi pasar Mbrumbung 1 dan Mbrumbung 2.

Kondisi Pasar Mbrumbung 1 saat PPKM Darurat. (Terkini.id)
Kondisi Pasar Mbrumbung 2 saat PPKM Darurat. (Terkini.id)

Hal lain yang menjadi penting, ternyata di masa pandemi Covid-19 ini, meskipun perekonomian di posisi sulit, namun hiru pikuk masyarakat di sekitar Pasar Mbrumbung  tetap sama. Komunitas pedagang Pasar Mbrumbung tetap mengutamakan prinsip kekeluargaan atau yang dalam bahasa Jawa dipakai istilah “nyedulur” yang artinya menganggap semuanya adalah saudara.

Konsep kekeluargan menimbulkan kekuatan tersendiri untuk bangkit mengahadapi guncangan. Menurut Keterangan warga, Komunitas pedagang Pasar Mbrumbung sendiri memiliki agenda pertemuan rutin yang diadakan setiap bulan dengan topik pembahasan yang beragam seperti rencana pengembangan pasar, evaluasi produk dari pedagang, dan pembahasan penting lainnya yang perlu dimusyarahkan bersama.

Upaya-upaya seperti itu bisa menjadi alternatif kepada para pelaku usaha wisata lokal di daerah lain yang memang perlu semangat untuk bangkit.

Artikel ini ditulis oleh: Taufikur Rohman, Jannatul Ulya, dan Sofi Lafi Illiyin

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan Bupati

Bantah Kegiatan FPSH HAM Hanya Seremonial Saja, Nandi: Mainnya Kurang Jauh

Lagu Sayangi Ayah Bunda Ajarkan Anak Mencintai Orang Tua

Mahasiswa IPB Univeristy Kaji Digital Nomadic Tourism di Bali

Kolaborasi Mahasiswa Universitas Subang dengan Desa Simpar Beri Edukasi Terkait Covid-19 pada Masyarakat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar