Budidaya Maggot sebagai Substitusi Pakan Pelet Pabrik, Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa FPIK IPB

Budidaya Maggot sebagai Substitusi Pakan Pelet Pabrik, Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa FPIK IPB.
Budidaya Maggot. (Terkini.id)

Terkini.id, Bogor – Departemen Sosial dan Lingkungan (Sosling) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB University) memiliki program kerja tahunan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang diberi nama “Mentari Biru”.

Mentari Biru di tahun 2021 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, karena pada tahun ini Mentari Biru tidak berjalan sendiri melainkan bergabung dengan Community Service Center (CSC). CSC merupakan wadah yang didirikan oleh LPPM IPB untuk menghimpun kegiatan pengabdian masyarakat IPB menjadi satu pintu dengan tujuan program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dapat terarah dan berkelanjutan. Mentari Biru tahun ini dilaksanakan di Kampung Jogjogan Hilir RT 01/01 Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

“Kegiatan program Mentari Biru melibatkan mahasiswa dari tiga Departemen FPIK IPB diantaranya, mahasiswa Teknologi Hasil Perairan, mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, dan mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan dengan total keseluruhan yang beranggotakan 7 orang,” demikian tertulis dalam keterangan yang diterima Terkini.id, Rabu 11 Agustus 2021.

Salah satu program yang dibawa oleh sobat mentari (panggilan mahasiswa yang tergabung dalam mentari biru) dalam pengabdiannya bertujuan untuk mengatasi permasalahan pakan pelet yang menjadi kendala utama para pembudidaya ikan Mas dan ikan Nila di Kampung Jogjogan Hilir karena harga yang terus meningkat sedangkan harga ikannya yang tidak stabil di pasaran dan cenderung menurun.

“Program tersebut yaitu sosialisasi dan edukasi mengenai subtitusi pakan dengan maggot untuk mengurangi penggunaan pelet pabrik dan dilanjutkan dengan praktek langsung untuk membudidayakan maggot,” imbuhnya.

Sosialisasi dan edukasi ini berjalan dengan lancar dan para pembudidaya sangat berantusias untuk menerapkannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Agustus 2021 lalu dan diikuti oleh 11 orang pembudidaya ikan.

Sosialisasi budidaya maggot. (Terkini.id)

Setelah dilaksanakan sosialisasi dan edukasi, para pembudidaya menjadi paham dan mengerti bahwa pakan ikan tidak hanya dengan pelet pabrik melainkan dapat disubtitusi dengan menggunakan maggot.

“Kemudian, sobat mentari beserta para pembudidaya ikan bersama-sama praktek langsung untuk membudidayakan maggot di kampung Jogjogan Hilir. Kegiatannya dimulai dari pembuatan kandang lalat BSF, pembuatan biofond pembesaran, dan pembuatan biofond migrasi yang dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Kamis, 5 Agustus 2021 pukul 09.00-12.30 dan Jumat, 6 Agustus 2021 pukul 09.00-11.00 yang diikuti oleh lebih dari 15 orang warga,” terangnya.

Selanjutnya untuk kelanjutan budidaya maggot yaitu menunggu penetasan telur maggot yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari, tetapi untuk mempersingkat waktu, kami sobat mentari telah mempersiapkan maggot segar sebanyak 5 kg untuk diletakkan di biofond pembesaran. Peletakan maggot segar oleh para pembudidaya ikan dilakukan dengan sangat antusias pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021. Maggot tersebut nantinya akan berubah menjadi pupa yang kemudian akan berubah menjadi lalat BSF.

“Harapannya semoga niat baik mahasiswa FPIK IPB dalam mengatasi permasalahan para pembudidaya ikan dengan budidaya maggot dapat diberikan kemudahan dalam segala hal kedepannya dan para pembudidaya dapat sukses dalam membudidayakan maggot sebagai pengganti sebagian penggunaan pelet pabrik pada budidaya ikan Mas dan ikan Nila,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan Bupati

AMSI Sulawesi Selatan Adakan Training Literasi Berita, Berikan Insight Baru Bagi Peserta

Bantah Kegiatan FPSH HAM Hanya Seremonial Saja, Nandi: Mainnya Kurang Jauh

Lagu Sayangi Ayah Bunda Ajarkan Anak Mencintai Orang Tua

Mahasiswa IPB Univeristy Kaji Digital Nomadic Tourism di Bali

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar