Mahasiswa KKN-T IPB Kelurahan Cisarua Tetap Mengabdi untuk Negeri Walau Pandemi

KKN-T Mahasiswa IPB University di Kelurahan Cisarua.
Foto bersama mahasiswa KKN-T IPB University Kelurahan Cisarua. (Terkini,id)

Terkini.id, Bogor – Lokakarya 2 merupakan kegiatan puncak dari rangkaian acara Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB. Kegiatan Lokakarya 2 berisi tentang penyampaian hasil KKN-T selama 40 hari oleh mahasiswa kepada masyarakat di Kelurahan Cisarua, Kamis 5 Agustus 2021.

Hal tersebut berbeda dengan kegiatan Lokakarya 1 yang berisi tentang penyampaian rencana program yang akan dilaksanakan selama masa KKN-T. Kegiatan Lokakarya 2 ini dilakukan secara hybrid dengan menerapkan protokol kesehatan. Para peserta diwajibkan untuk menggunakan masker dan handsanitizer yang sudah disiapkan oleh panitia sebelum memasuki aula pertemuan.

Kegiatan Lokakarya 2 ini dibuka oleh MC Ita Widya S Bancin yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Ahmad Alfandi Ali.

Pada kegiatan lokakarya ini, terdapat beberapa hal yang disampaikan, yaitu sambutan-sambutan, pemaparan hasil program kerja KKN-T, serta penyerahan plakat sebagai kenang-kenangan kepada pihak kelurahan dan Karang Taruna Tunas Harapan Kelurahan Cisarua.

Adapun tokoh masyarakat yang hadir pada kegiatan ini adalah Sekretaris Lurah, Anggota Karang Taruna Tunas Harapan Kelurahan Cisarua, ketua RW 04, dan Ketua Kelompok Tani Maju Berseri.

Sambutan pertama disampaikan oleh ketua kelompok KKN-T Domisili Kelurahan Cisarua Roby Chandra. Dalam sambutannya, Roby berharap semua program yang telah dilaksanakan selama masa KKN-T dapat berlanjut (tidak berhenti ketika masa KKN-T selesai).

Begitu pula dengan yang disampaikan oleh Dr. Eng. Heriansyah Putra, S.Pd., M. Eng., selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL), yang mengharapkan bahwa program-program KKN-T yang sudah dilaksanakan dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai pemantik agar dapat terus dijalankan oleh masyarakat.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Ketua Karang Taruna Tunas Harapan Dedi Haryono.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T IPB yang sudah bersedia untuk membagikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat di Kelurahan Cisarua, khususnya di wilayah RW 04,” kata Dedi.

Ia berharap, program KKN-T yang telah dilaksanakan tidak hanya berlaku saat masa KKN-T saja, melainkan kedepannya dapat terus berlanjut dan dapat saling bekerjasama.

“Anggota Karang Taruna Tunas Harapan dapat terus berkarya dan semakin semangat dalam menjalankan program-program yang sedang dan/atau akan dilaksanakan,” harapnya.

Selain itu, pihak kelurahan juga sangat berterima kasih kepada mahasiswa IPB yang sudah mengabdi kepada masyarakat di Kelurahan Cisarua, seperti yang disampaikan oleh Evi Anggraeni selaku Sekretaris Lurah yang mengucapkan banyak terima kasih kepada para mahasiswa untuk semua ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Semoga ilmu-ilmu tersebut dapat bermanfaat, baik dalam bidang pertanian, ketahanan pangan, pengolahan sampah, maupun bidang kesahatan bagi masyarakat di Kelurahan Cisarua,” tuturnya.

Agenda selanjutnya adalah pemaparan hasil KKN-T Domisili Kelurahan Cisarua yang disampaikan oleh saudara Dede Nasrudin dan saudara Roby Chandra.

Sebagai informasi, pada kegiatan KKN-T ini mahasiswa kelompok Bogorkab85 (Kelurahan Cisarua) telah melaksanakan empat program, yaitu Sobat Tani, Berdikari, Penyuluhan Kesehatan, dan Kampung Budaya.

1. Sobat Tani

Sobat Tani merupakan program pertama yang bertujuan membantu masyarakat dalam meningkatakan pengetahuan seputar penanaman tanaman pangan, khususnya padi.

Program Sobat Tani terdiri dari dua subkegiatan, yaitu sosialisasi mengenai pembudidayaan tanaman padi yang disampaikan oleh Ibu Nani Rohani pada tanggal 19 Juli 2021 dan kegiatan praktik penanaman padi di satu petak sawah dengan menerapkan metode penanaman jajar legowo pada tanggal 26 Juli 2021.

Kegiatan Sobat Tani ini sangat didukung oleh masyarakat sekitar, khususnya para petani dan pemuda yang sangat antusias dalam pelaksanaan kegiatannya.

2. Berdikari (Bercocok Tanam dan Budidaya Ikan di Pekarangan Sendiri)

Berdikari merupakan program kerja kedua yang bertujuan membantu masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di masa pandemi. Program kerja ini terdiri dari dua subkegiatan, yaitu sosialisasi serta praktik pembuatan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2021, dan sosialisasi mengenai kegiatan bercocok tanam yang dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2021.

Kedua subkegiatan pada program Berdikari ini mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Bapak Daenury selaku anggota Kelompok Tani Maju Berseri yang mengatakan bahwa Budikdamber dapat dijadikan sebagai inovasi oleh masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan di masa pandemi. Begitu pula dengan kegiatan sosialisasi bercocok tanam yang disambut dengan antusias oleh Ibu-ibu di wilayah RW 04.

3. Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan sosialisasi edukasi seputar kesehatan kepada masyarakat di lingkungan RW 04 Kelurahan Cisarua yang dilakukan dengan cara door to door (kunjungan dari satu rumah ke rumah lainnya). Program kerja ini terdiri dari dua subkegiatan, yaitu survei kesehatan masyarakat dan pembagian New Normal Kit (masker dan handsanitizer).

Berdasarkan hasil pelaksanaan program, mayoritas masyarakat di lingkungan RW 04 berada dalam kondisi tubuh yang sehat dan tidak ada yang terjangkit virus COVID-19. Selain itu, kebanyakan masyarakat juga sudah paham mengenai pentingnya melakukan vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus corona.

4. Kampung Budaya

Kampung Budaya bertujuan mereduksi sampah plastik dan mengolah sampah tersebut menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai estetika. Program kerja ini terdiri dari dua subkegiatan, yaitu pembuatan meja ecobrick dan lampion dari barang bekas.

Pelaksanaan program ini tidak terlepas dari peran masyarakat sekitar dalam mengumpulkan sampah plastik. Selain itu, program Kampung Budaya ini secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk memilah sampah, sehingga sampah yang terbuang tidak tercampur antara sampah organik dengan sampah anorganik. (*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Forum Pelajar Sadar Hukum dan HAM Kabupaten Bekasi Resmi Dikukuhkan Bupati

Bantah Kegiatan FPSH HAM Hanya Seremonial Saja, Nandi: Mainnya Kurang Jauh

Lagu Sayangi Ayah Bunda Ajarkan Anak Mencintai Orang Tua

Mahasiswa IPB Univeristy Kaji Digital Nomadic Tourism di Bali

Kolaborasi Mahasiswa Universitas Subang dengan Desa Simpar Beri Edukasi Terkait Covid-19 pada Masyarakat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar