Dosen Unversitas Pakuan Dipacu Menulis Proposal Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi

Dosen Unversitas Pakuan Dipacu Menulis Proposal Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi
Pelatihan penulisan proposal penelitian dan pengabdian Universitas Pakuan. (Terkini.id)

Terkini.id, Bogor – Sesuai kapasitasnya sebagai ilmuwan, salah satu tugas pokok dosen adalah melaksanakan penelitian. Tugas pokok ini tertuang dalam Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 45 tentang Pendidikan Tinggi, yakni penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.

Untuk mewujudkan hal itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pakuan meyelenggarakan pelatihan penulisan proposal penelitian dan pengabdian, Kamis 4 Februari 2021. Kegiatan yang merupakan rangkaian pelaksanaan program kerja FKIP ini diberi tajuk “Penulisan Proposal Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berorientasi Hibah dan Publikasi.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri oleh seluruh dosen FKIP Universitas Pakuan. Untuk mendukung perhelatan akbar ini, tidak tanggung-tanggung didatangkan dua guru besar sekaligus sebagai pemateri. Narasumber yang pertama adalah Didik Sulistiyanto, Guru Besar dari Univesritas Jember (Unej). Guru Besar yang biasa disapa Prof. Didik itu memperoleh kesempatan pertama untuk memamparkan materi  bagaimana menulis proposal penelitian berorientasi hibah.

 “Universitas Pakaun sekarang sudah naik kelas dalam penelitian, yakni ada dalam kluster utama. Tentu ini prestasi besar yang harus terus dikembangkan sehingga mencapai kluster mandiri,” ujar Didik.

Seluruh dosen tampak serius mengikuti kegiatan ini. Bahkan, tidak sedikit dosen yang mengajukan pertanyaan dan dijawab dengan jelas dan lengkap. Segmen yang paling menarik pada sesi ini adalah coaching clinik. Kagiatan pada segmen terakhir ini menyajikan proposal dosen FKIP Universitas Pakuan yang sudah direview sebelumnya oleh guru besar Unej itu. Semua audiens tertuju pada segmen ini karena memang inilah momen yang ditunggu-tunggu.

“Saya bangga dengan dosen FKIP Universitas Pakuan, proposalnya relatif bagus, hanya kekurangan sedikit-sedikit pada bagian tertentu itu wajar saja, tinggal diperbaki sedikit. Insyaallah hasilnya menjadi lebih bagus,” komentar guru besar yang mempunyai ciri khas selalu tersenyum itu.

Sesi kedua, juga tidak kalah hebat. Narasumber yang dihadirkan merupakan dosen Universitas Pakuan sendiri, Eneng Tita Tosida. Dosen yang masih tampak muda ini mendapat giliran memaparkan materi terkait proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Banyak trik yang disampaikan oleh dosen yang biasa disapa  Ibu Eneng itu. Bahkan ia menunjukkan peluang besar FKIP dalam meraih hibah PkM yakni melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“FKIP merupakan satu-satunya fakultas di Universitas Pakuan yang memiliki program KKN. Mestinya ini menjadi peluang besar untuk mendorong para dosen melakukan pengabdian. Banyak desa binaan yang bisa dijadikkan mitra,” ujar dosen yang menjabat sebagai  kepala Pusat PkM Universitas Pakuan ini.  

Tidak kalah seru dengan sesi pertama, sesi kedua ini juga banyak mendapat perhatian dari seuruh audiens. Dengan gaya khasnya yang santai dan langsung pada pokok persolan dalam menjawab pertanyaan, dosen yang selalu berkaca mata ini  selalu tersenyum ramah dan sabar dalam membimbing peserta pelatihan.

Narasumber terkahir yang menjadi sesi penutup kegiatan pelatihan ini adalah Guru Besar dari Universitas Negeri Gorontalo, yakni Abdul Rahmat. Guru Besar dengan sebutan Prof. Rahmat ini memaparkan materi tentang publikasi. Materi ini sangat penting bagi dosen karena tugas dosen selain meneliti, melakukan pengabdian, juga harus mempublikasikan hasilnya agar bisa dibaca orang lain. Pria kelahiran tahun 1978 ini tampak konsen dan serius dalam memaparkan trik-trik melakukan publikasi, khususnya pada jurnal internasional terindeks.

“Tidak mudah melakukan publikasi di jurnal internasional, selain prosesnya yang memakan waktu lama, diperlukan juga biaya yang tidak sedikit. Tapi ini tantangan buat akademisi karena ini bisa mengangkat reputasi perguruan tinggii,” ucapa Prof. Rahmat.

Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, tak terkecuali dari Dekan FKIP Universitas Pakuan, Entis Sutisna. Dalam sambutannya ketika membuka acara, pria kelahiran Cianjur yang akarb disapa Dr. Entis ini memuji kegiatan pelatihan ini.

”Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinginya, khususnya kepada seluruh dosen FKIP Universtas Pakuan yang rela meluangkan waktu untuk ini. Semoga melalui kegiatan ini, jumlah perolehan hibah penelitian dan PkM dosen FKIP semakin meningkat,” ucap dia.

Seluruh dosen FKIP yang tergabung dalam enam program studi ini memang sudah menanti-nanti kegiatan ini, apalagi sebentar lagi pengajuan proposal hibah segera dibuka oleh kementerian.

“Saya berharap, setelah kegiatan ini, gairah dosen untuk menulis proposal penelitian dan PkM semakin meningkat sehingga target perolehan hibah di tahun ini bisa kita capai,” sambung Dekan FKIP, yang juga pakar e-learning di Universitas Pakuan. (*)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Presiden Jokowi Cabut Lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 soal Minuman Keras

Berhasil Turunkan Angka Penyebaran Covid-19, Bupati Bogor Beri Apresiasi dan Penghargaan

RT/RW dan Limnas di Kabupaten Bogor Dapat Intensif Tambahan

Peringati HUT Damkar ke-102, Bupati Bogor: Semakin Cepat dan Taktis

Penobatan Duta Hukum dan HAM hingga Pengukuhan FPSH HAM Kuningan oleh Bupati

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar