Suka Duka Ambang Firdajen Memimpin Karang Taruna Desa Kota Batu
Komentar

Suka Duka Ambang Firdajen Memimpin Karang Taruna Desa Kota Batu

Komentar

Terkini.id, Bogor – Menjadi seorang pemimpin tentunya terdapat suka dan dukanya. Begitu pun dirasakan oleh Ambang Firdajen, seorang pemuda Desa Kota Batu yang memiliki tekad mempersatukan pemuda-pemudi dalam wadah karang taruna.

Ambang Firdajen mengakui hal itu. Kendati demikian, kata dia, hal tersebut tergantung bagaimana meresponnya. Menjadi seorang pemimpin juga ada resikonya, seperti mendapat masukan dan kritikan.

“Ini menjadi bahan evaluasi. Masukan dan kritikan masyarakat harus kita tampung dan menjadi bahan penilaian,” katanya saat dihubungi, Selasa 5 Januari 2021.

Menurut dia, di desa tidak hanya satu pemikiran, justru banyak pemikiran yang harus disatukan. Sebagai pemuda harus bisa mengedukasi masyarakat, mana hal-hal yang baik dan mana hal-hal yang tidak baik.

“Kami menjadi lembaga yang penyejuk, yang memberikan solusi kepada masyarkat agar bisa memabawa perubahan untuk Desa Kota Batu,” tutur Ketua Karang Taruna Desa Kota Batu itu.

Baca Juga

Hal yang harus ia hadapi adalah merangkul para pemuda dengan penuh kesabaran dan penuh keyakinan. Pemuda hari ini harus dirangkul dengan edukasi. Harus dengan sebuah contoh agar mereka bisa tertarik dan mengikuti program-program yang telah dibuat untuk tahun 2021 dan tahun-tahun berikutnya.

“Permasalahan terebesar kami adalah mencoba untuk selalu istiqomah dan konsisten, berjuang untuk kebaikan-kebaikan dan menciptakan program-program yang bermanfaat untuk Desa Kota Batu, khususnya pemuda-pemudi yang ada di Desa Kota Batu,” ujarnya.

Ia berharap, Karang Taruna Desa Kota Batu menjadi lembaga yang solid, kompak, mengayomi semua lembaga yang ada di Desa Kota Batu, dan menjadi wadah aspirasi para pemuda pemudi di Desa Kota Batu. Pihaknya menjadikan Karang taruna di Desa Kota Batu sebagai garda terdepan pelindung masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang ada di Desa Kota Batu.

“Maka kami punya visi yaitu ‘maju desanya, pemuda perannya’. Majunya sebuah desa akan ditentukan oleh pemuda-pemudi yang ada di Desa Kota Batu dengan program-program dan karya-karya yang nantinya akan menjadi desa dan karang taruna percontohan di Kecamatan Ciomas maupun Kabupaten Bogor,” harap dia.

Soal sejarah berdirinya, ia menyebut berawal dari keresahan pemuda-pemudi yang mengharuskan memiliki wadah. Wadah ini menampung aspirasi, pemikiran, karya, maupun hal-hal lain yang berpotensi untuk kemajuan Desa Kota Batu.

“Semangat saya sebagai pemuda-pemudi untuk membwa perubahan, berkarya, dan bermafaat untuk orang lain. Pemuda itu adalah agent of change. Mau tidak mau ketika kita memiliki wadah di karang taruna, kita akan membawa perubahan yang baik utuk Desa Kota Batu,” tutupnya.

Sementara itu, Mone Rizki Desandry anggota divisi kerohanian dan pembinaan mental merasa bisa berbaur dan menyapa langsung dengan masyarakat. Selain itu, ia juga mendapat relasi baru, teman baru, dan ilmu baru dalam bidang politik, pemerintahan,sosial ataupun ilmu- ilmu kehidupan lainnya yang tidak ia dapat di bangku sekolah.

“Selain suka, ada pula duka, dalam menghadapi banyaknya jumlah masyarakat tentunya kami akan dihadapkan dengan berbagai macam karakter dan latar belakang yang berbeda hal itulah menjadi pemicu kami agar kami dilatih untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu, sebagai pengurus tentunya saya siap akan segala resiko yang dihadapi salah satunya adalah waktu, di mana banyak waktu yang terkuras, tetapi dengan bertemu dengan masyarakat dan teman-teman pengurus rasa lelah tersebut hilang, karena prinsip yang saya tanamkan dalam diri saya adalah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tandasnya. (MHT)